Langsung ke konten utama

Diksi

Dalam kehidupan sehari – hari pernah kita menjumpai seseorang yang berbicara dengan menggunakan bahasa yang keren, tapi kita kurang paham dengan maksud yang disampaikan orang tersebut. Sangat disayangkan hal ini hanya menyebabkan pemborosan kata yang dapat menyebabkan kesalah pahaman kepada para pendengar. Hal ini dikarenakan oleh kurangnya pemahaman akan diksi dan cara penerapannya. Pada kesempatan kali ini penulis ingin membagikan pengetahuan mengenai diksi sehingga tidak terjadi pemborosan kata tersebut.

Diksi adalah pemilihan kata. Cara kita untuk menentukan pemilihan kata yang tepat sesuai dengan kondisi, agar tujuan yang ingin disampaikan kepada para pendengar dapat tersampaikan dengan jelas sesuai apa yang ingin disampaikan oleh pembicara.

         Untuk menentukan diksi kita perlu memahami beberapa hal yaitu : Jenis makna kata, kata umum dan khusus, kata konkrit dan abstrak, serta idiomatik. Kita perlu memahami hal – hal ini sebagai kebutuhan kita dalam pemilihan kata, selain itu kita juga perlu memperluas kosa kata kita.

1. Makna Denotatif dan Konotative

a. Makna Denotative adalah makna kata yang sesuai dengan yang ada di kamus
Contoh : meninggal, mati, wafat, dan tewas merupakan suatu peristiwa berpisahnya jiwa dengan raga

b. Makna Konotatif adalah makna kata yang terdapat dalam suatu kata yang merupakan tambahan dari kata tersebut
Contoh : meninggal memiliki konotasi kepada sesorang, sedangkan mati memiliki konotasi kepada hewan atau benda mati

2. Kata Umum dan Kata Khusus

a. Kata Umum : kata yang mengacu kepada sesuatu yang luas bidang lingkupnya
Contoh : binatang, olahraga, pemerintahan

b. Kata khusus : kata yang mengacu kepada sesuatu yang sepesifik lingkupnya
Contoh : Nama, laki – laki

3. Kata Konkret dan Abstrak

a. Kata Konkret : kata yang memiliki referensi berupa objek
Contoh : mobil, nasi, buku

b. Kata Abstrak : kata yang memiliki referensi berupa konsep
Contoh : kebaikan, bahasa pemerograman

4. Idiomatik
Idiomatik merupakan pola kata yang melenceng dari kaidah bahasa, biasanya berupa frasa, yang artinya tidak bisa diterapkan secara logis dan gramatikal. Idiomatik apabila dikembangkan menjadi sebuah kalimat maka akan membentuk suatu majas.

Contoh :
a. Makan Hati : sakit hati karena perbuatan seseorang
b. Makan Garam : berpengalaman hidup
c. Makan Suap : menerima uang sogok

Kata Umum dan Kata Khusus


Pengertian Kata Umum dan Khusus
Kata umum adalah sebuah kata yang mengacu kepada suatu hal atau kelompok yang luas bidang lingkupnya. Sedangkan, kata khusus adalah sebuah kata yang mengacu kepada pengarahan-pengarahan yang khusus atau konkret maka kata-kata itu disebut kata khusus.

Contoh kata umum :
Binatang itu menggigit adik saya

Contoh kata khusus :
“Si nero, anjing tomi  menggigit adik saya

Berdasarkan contoh kata khusussi neromengacu pada anjing peliharaan tomi. Sedangkan pada kata umumbinatangtidak tertera jelas binatang itu apa sehingga dapat menimbulkan berbagai macam persepsi.



Sangat umum
Kurang umum
Lebih khusus
Sangat khusus

Binatang

Olahragawan

Kendaraan

Anjing

Pemain bola

Mobil

Herder

Gelandang tengah

Sedan

Nero

Ali

Sedan mercedes milik pak dani

Komentar