Dalam
kehidupan sehari – hari pernah kita menjumpai seseorang yang berbicara dengan
menggunakan bahasa yang keren, tapi kita kurang paham dengan maksud yang
disampaikan orang tersebut. Sangat disayangkan hal ini hanya menyebabkan
pemborosan kata yang dapat menyebabkan kesalah pahaman kepada para pendengar.
Hal ini dikarenakan oleh kurangnya pemahaman akan diksi dan cara penerapannya.
Pada kesempatan kali ini penulis ingin membagikan pengetahuan mengenai diksi
sehingga tidak terjadi pemborosan kata tersebut.
1. Makna Denotatif dan Konotative
2. Kata Umum dan Kata Khusus
3. Kata Konkret dan Abstrak
4. Idiomatik
Diksi adalah pemilihan kata. Cara kita untuk menentukan
pemilihan kata yang tepat sesuai dengan kondisi, agar tujuan yang ingin
disampaikan kepada para pendengar dapat tersampaikan dengan jelas sesuai apa
yang ingin disampaikan oleh pembicara.
Untuk
menentukan diksi kita perlu memahami beberapa hal yaitu : Jenis makna kata,
kata umum dan khusus, kata konkrit dan abstrak, serta idiomatik. Kita perlu
memahami hal – hal ini sebagai kebutuhan kita dalam pemilihan kata, selain itu
kita juga perlu memperluas kosa kata kita.
1. Makna Denotatif dan Konotative
a. Makna
Denotative adalah makna kata yang sesuai dengan yang ada di kamus
Contoh : meninggal, mati, wafat, dan tewas merupakan suatu peristiwa berpisahnya jiwa dengan raga
Contoh : meninggal, mati, wafat, dan tewas merupakan suatu peristiwa berpisahnya jiwa dengan raga
b. Makna
Konotatif adalah makna kata yang terdapat dalam suatu kata yang merupakan
tambahan dari kata tersebut
Contoh : meninggal memiliki konotasi kepada sesorang, sedangkan mati memiliki konotasi kepada hewan atau benda mati
Contoh : meninggal memiliki konotasi kepada sesorang, sedangkan mati memiliki konotasi kepada hewan atau benda mati
2. Kata Umum dan Kata Khusus
a. Kata Umum :
kata yang mengacu kepada sesuatu yang luas bidang lingkupnya
Contoh : binatang, olahraga, pemerintahan
b. Kata khusus :
kata yang mengacu kepada sesuatu yang sepesifik lingkupnya
Contoh : Nama, laki – laki
3. Kata Konkret dan Abstrak
a. Kata Konkret
: kata yang memiliki referensi berupa objek
Contoh : mobil, nasi, buku
b. Kata Abstrak :
kata yang memiliki referensi berupa konsep
Contoh : kebaikan, bahasa pemerograman
4. Idiomatik
Idiomatik merupakan pola kata yang melenceng dari kaidah
bahasa, biasanya berupa frasa, yang artinya tidak bisa diterapkan secara logis
dan gramatikal. Idiomatik apabila dikembangkan menjadi sebuah kalimat maka akan
membentuk suatu majas.
Contoh :
a. Makan Hati :
sakit hati karena perbuatan seseorang
b. Makan Garam :
berpengalaman hidup
c. Makan Suap :
menerima uang sogok
Kata Umum dan Kata Khusus
Kata Umum dan Kata Khusus
Pengertian
Kata Umum dan Khusus
Kata umum adalah sebuah kata
yang mengacu kepada suatu hal atau kelompok yang
luas bidang lingkupnya. Sedangkan,
kata khusus adalah sebuah kata
yang mengacu kepada pengarahan-pengarahan yang
khusus atau konkret maka
kata-kata itu disebut kata
khusus.
Contoh kata umum :
“Binatang itu menggigit adik saya”
Contoh kata khusus :
“Si nero, anjing tomi menggigit adik saya”
Berdasarkan contoh kata
khusus “si nero “ mengacu pada anjing peliharaan tomi. Sedangkan pada kata
umum “binatang” tidak tertera jelas binatang itu apa sehingga dapat menimbulkan berbagai macam persepsi.
Sangat umum
|
Kurang umum
|
Lebih khusus
|
Sangat khusus
|
Binatang
Olahragawan
Kendaraan
|
Anjing
Pemain bola
Mobil
|
Herder
Gelandang tengah
Sedan
|
Nero
Ali
Sedan mercedes milik pak dani
|
Komentar
Posting Komentar